This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Showing posts with label permodalan. Show all posts
Showing posts with label permodalan. Show all posts

Wednesday, December 28, 2011

UKM Belum Bisa Menikmati Bunga Kredit Murah

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menilai suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) masih sangat konservatif. Akibatnya tidak dapat dinikmati sektor UKM. Dengan keadaan tersebut dunia usaha, terutama usaha kecil dan menengah masih tetap belum dapat menikmati perbaikan kondisi eksternal pasar keuangan yang baik hingga saat ini,* ujar Ketua Umum Kadin Bambang Suryo Sulisto dalam acara Catatan Akhir Tahun Menyongsong 2012 di Jakarta, Rabu (28/12).

Jika mengutip data Bank Indonesia, Kadin melihat BI rate berada di angka 6 persen lebih tinggi jika dibandingkan US Prime Rates sekitar 3 persen per Oktober 2011. BI rate juga lebih tinggi bila dibandingkan Japan Prime Rates di level 1,5 persen pada waktu yang sama.

Suryo melanjutkan, justru ketika dana melimpah, suku bunga tetap di posisi tinggi sehingga dunia usaha tidak dapat memaksimalkan momentum yang baik tersebut. "Oleh sebab itu, saya meminta pemerintah dapat menurunkan tingkat bunga sehingga memberikan insentif bagi swasta untuk investasi," kata Bambang.

Idealnya, kata Suryo, suku bunga kredit perbankan bisa berada di bawah 8 persen. Saya berpikir kalau di angka 8 persen masih pada kenyataan untuk bisa kita capai nantinya. Dan ini harus dilakukan pemerintah dengan kerja keras," ujarnya.

Dia menuturkan, agak aneh jika BI rate sudah turun tetapi suku bunga perbankan masih tinggi. Sejauh ini, Kadin melihat upaya yang dikerjakan oleh BI tidak diikuti dengan penurunan tingkat bunga bank-bank yang komersil. "Kontribusi bank-bank komersil juga pada investasi perusahaan dan kapital kerja masih rendah, sekitar masing-masing 25 persen dan 21 persen sehingga kurang mendorong perkembangan sektor riil," tegasnya.

Suryo menambahkan, usaha yang lebih tinggi diperlukan untuk mewujudkan hal tersebut. Ini penting demi meningkatkan daya saing usaha-usaha nasional terhadap negara-negara tetangga yang ada.

Tuesday, December 13, 2011

Kadin Minta Haircut Utang UKM

 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta kebijakan pemotongan (haircut) dan restrukturisasi utang untuk usaha kecil dan menengah (UKM). Kadin berharap kebijakan keringanan utang tersebut dapat dituangkan dalam Rancangan Undang-Undang tentang Pengurangan Piutang Negara dan Piutang Daerah,.

Wakil Ketua Umum Kadin Natsir mengatakan, pihaknya tidak bisa tidak menutup mata terhadap permasalahan kredit macet UKM yang belum terselesaikan kepada bank-bank BUMN pascakrisis ekonomi 1998.

"Kami sedang berupaya mencari penyelesaian atas permasalahan kredit macet UKM melalui restrukturisasi dan haircut utang. Kami berharap RUU ini memasukkan piutang bank-bank BUMN dan BUMD, sehingga masalah hapus tagih dan restrukturisasi utang dapat diatur sesuai UU Perseroan Terbatas dan prinsip goodcorporategovernance? kata Natsir dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR. di Jakarta, Selasa (13/12).

Menurut Natsir, pemberian haircut utang dapat membebaskan UKM dari jerat utang,sehingga UKM bersangkutan bisa melakukan ekpansi usaha. Data Himpunan Bank-Bank Milik Negara (Himbara) tahun 2010-2011 menunjukkan, total nilai kredit bermasalah telah mencapai sekitar Rp 80-85 triliun.

"Langkah ini juga sebagai antisipasi UKM menghadapi era Asean Community. Tanpa ada usaha positif seperti itu, UKM kita akan kalah bersaing, dan Indonesia hanya menjadi target pasar negara lain," ungkap dia. Di sisi lain, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Hengki Supit menilai insentif penghapusan utang bisa diberikan, namun khusus untuk UKM yang terkena dampak krisis moneter 1998.

"Meski saat ini Bank BUMN belum memberi pintu negosiasi karena belum ada payung hukumnya, saya kira perlu dicari jalan keluar agar UKM bisa mengatasi masalah utang. Tapi, ke depan jangan sampai pengaturan hal umum seperti itu harus terjadi lagi," ungkap dia.

Simpang Siur Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan, piutang negara perlu didefinisikan sebelum UU Piu tang Negara ditetapkan. Sebab, sampai saat ini, pengertian pitang negara masih simpang siur "Mereka (Kadin, Apindo, dan Hipmi) termasuk Himbara menghendaki supaya piutang ke bank BUMN itu tidak termasuk piutang negara," kata dia.

Padahal, kata Harry, UU 49/ 1960 mengenai Panitia Urusan Piutang Negara, memasukkan hal tersebut sebagai piutang negara/uang negara, sehingga semua direksi harus mematuhi. Sedangkan, desakan dari berbagai kalangan supaya pengelolaan utang negara disesuaikan dengan UU BUMN masih diperdebatkan.

"Itulah masalahnya, ketika UU Keuangan Negara menyebutkan bahwa 1% saja ada dana negara di suatu perusahaan, maka .perusahaan itu disebut sebagai perusahaan negara. Sementara itu, UU BUMN menyebutkan saham negara di suatu perusahaan harus sampai 51% untuk bisa disebut perusahaan negara," ujar dia.

Wednesday, December 7, 2011

UKM Gula Jawa Dapat Bantuan Rumah Produksi

Usaha Kecil dan Menengah (UKM) pembuatan gula jawa di Dusun Ngincep, Desa Tri-widadi, Kecamatan Pajangan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), memperoleh bantuan rumah produksi dan modal usaha. Bantuan rumah produksi dan modal usaha ini untuk mewadahi sekaligus meningkatkan usaha kelompok dalam memproduksi gula jawa." kata Ketua Kelompok Usaha Bersama (KUB) Sari Kelapa, Wagiman di Bantul, DIY, Selasa (6/12).

Wagiman mengatakan, bantuan rumah produksi dan modal usaha untuk warga tersebut berasal dari pemerintah pusat melalui Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispe-rtahut) Bantul, yang telah direalisasikan sejak tiga bulan lalu. Total bantuan sebesar Rp 110 juta dan akan digunakan untuk membangun rumah produksi Rp 60 juta, serta modal usaha berupa peralatan dapur senilai Rp 50 juta. Sejak berdiri pada 2006, KUB Sari Kelapa mempunyai sekitar 30 anggota dari warga setempat. Proses pembuatan gula jawa masih dilakukan di rumah masing-masing dengan fasilitas seadanya.

Dengan adanya rumah produksi itu, ia berharap, para anggota dapat bekerja menjadi satu karena selama ini kegiatan usaha terpisah dalam tiga rumah, yakni masing-masing tempat bahan baku, pembuatan, dan hasil gula jawa. Rumah produksi tidak jauh dari permukiman warga yang terletak bersebelahan antara Dusun Ngincep dan Dusun Jogonandan atau masih wilayah Desa Triwidadi. Lokasinya strategis karena memiliki akses yang mudah dijangkau warga sehingga diharapkan produksi kelompok semakin dikenal.

Menurut dia, hargajual gula jawa di pasaran sebesar Rp 12 ribu hingga Rp 14 ribu per kilogram (kg), namun hargajual gula kristal Rp 20 ribu hingga Rp 25 ribu per kg. Selain mewadahi kegiatan usaha kelompok, rumah produksi itu juga memudahkan pendampingan dari dinas terkait. Apalagi, KUB ini berencana mengembangkan pembuatan gula kristal untuk menaikkan harga jual di pasaran. Sebab, untuk pembuatan gula kristal, warga masih membutuhkan pendampingan. Ia menjelaskan, sejak KUB terbentuk, usaha ini semakin meningkat.

Sebelumnya, rata-rata tiap rumah tangga memproduksi 1-2 kg gula jawa per hari, tapi kini berkembang menjadi tiga hingga empat kgper hari.

Bank Hapus Kredit Macet UMKM Korban Gempa

Sejumlah bank menerapkan hapus tagih kredit macet bagi debitur Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang menjadi korban gempa pada 2006.
Peneliti Madya Bank Indonesia (BI) DIY Djoko Raharto mengatakan, sejak 6 Januari hingga 31 Oktober 2010, perbankan telah menyelesaikan hapus tagih dari kisaran Rp 80 miliar menjadi Rp 71 miliar. Pada September 2011 menjadi Rp 30 miliar seperti yang dilakukan Bank Syarih Mandiri dan Bank Danamon," katanya di Yogyakarta, Senin (5/12).

Untuk audiensi dengan debitur UMKM di DPRD DIY, beberapa jaminan juga sudah dikembalikan. Bank Mutiara sudah hapus buku, tetapi belum hapus tagih sehingga jaminan masih disita bank, sedangkan Bank Rakyat Indonesia (BRI) sudah melakukan hapus tagih lebih dari Rp 15,5 miliar. Pelunasan oleh nasabah sendiri mencapai Rp 11,6 miliar dan proses hapus tagih senilai Rp 1,3 miliar sehingga kredit macet yang tersisa mencapai Rp 12,4 miliar yangakan segera diselesaikan manajemen beberapa bank.

Namun, kata dia, setelah dilakukan verifikasi, ternyata sebagian kredit macet UMKM terjadi sebelum gempa. Sehingga, bagi UMKM yang sudah diajukan perlu dicover dengan dana APBN tanpa melihat sebelum atau sesudah gempa.

Ia mengatakan, hal itu perlu dilakukan karena jika berdasarkan verifikasi, bank itu tidak masuk. Terkait persoalan tersebut, bank sentral telah mengirim surat ke gubernur DIY. Surat tersebut dimaksudkan untuk mengimbau pihak bank agar segera menghapus tagihan terhadap UMKM korban gempa.

Ketua Komunitas UMKM DIY Prasetyo Atmosutejo mengatakan, para pelaku UMKM korban gempa tersebut selama lima tahun terakhir telah d\-blacklist pihak perbankan ketika akan mengajukan kredit.

Mal itu terjadi karena dalam daftar di BI. para pelaku UMKM itu masuk dalam daftar nasabah yang tidak bisa membayar utang. Akibat- -nya, kata dia, sejumlah UMKM tidak bisa berkembang karena terbentur permodalan. "Kami menunggu kementerian atau lembaga yang akan melaksanakan penghapusan utang para pelaku UMKM tersebut yang mencapai Rp 75,9 miliar dan ditanggung 3.234 pelaku usaha, papar Prasetyo. antara

Thursday, December 1, 2011

Ekonomi Kreatif Tak Terpengaruh Krisis Eropa

Ekonomi kreatif mulai menunjukan geliatnya pada industri dalam negeri. Bahkan, pesona industri kreatif dalam negeri mampu menerobos pasar internasional. Hal ini dibuktikan oleh usaha kecil menengah (UKM) Rumah AbiaWooden Toys, Craft, and Gift. Bagaimana tidak, di tengah serangan badai krisis eropa UKM, Abia malah gencar mengekspor produk mainan anak-anak yang menjadi andalannya sampai ke Benua Biru.

Riza Ambadar Marketing Manager UKM Abia, saat ditemui pada pameran Indocraft beberapa waktu lalu di Jakarta mengakui, krisis Eropa tidak memberikan pengaruh apa-apa bagi produktivitas usahanya, yang memang pangsa pasar utamanya Eropa. Justru, permintaan dari sana makin meningkat. “Kita tidak merasakan apa-apa dari krisis tersebut. Malah bulan kemarin kami mengirim 600 boks ke sana. Biasanya kami mengirim hanya 400 sampai 500 boks,” ujarnya.

Riza mengatakan, saat ini usahanya yang terletak di Jalan KH. Moch Toha, Ciawi, Bogor ini mempunyai agen pemasaran di Swiss sebagai pemasok ke negara-negara Eropa seperti Italia, Jerman, dan Belanda. Dengan pola kerja sama seperti itu, menurutnya, hubungan baik akan terus terjadi, sehingga pergerakan bisnis akan terus berlanjut dan tidak akan terpengaruh oleh kondisi. “Bahkan, kami pernah masuk pangsa pasar Amerika dan Australia,” katanya.

Selain itu, lanjut Riza, konsumen di Benua Eropa sangat menyukai jenis mainan produksi UKM-nya karena sangat bernilai edukatif dan kreatif. Produk ciptaan asli Indonesia ini bahkan pernah meraih penghargaan sebagai mainan terbaik dan terfavorit di Eropa. “Pada 2006 kami pernah meraih penghargaan itu, tapi saya lupa apa nama penghargaannya,” tuturnya.

Namun, Riza menyesalkan produknya malah kurang digandrungi konsumen lokal lantaran harganya yang cukup mahal. Riza beralasan, harga yang mahal tersebut karena semata-mata UKM-nya hanya mau memberikan kualitas yang terbaik bagi para konsumennya.

Dia menuturkan, untuk jenis mainan anak-anak yang bersifat edukasi seperti celengan, puzzle, blok warna-warna, dan mobil-mobilan harganya berkisar Rp 10.000 sampai Rp 250.000. Sementara itu, untuk kerajinan tangan dan cenderamata tergantung pesanan dan biaya produksinya. Tak hanya itu, UKM yang sudah terkenal di Eropa ini, di pasar domestik malah tidak diperhatikan pemerintah. Pasalnya selama ini, pemerintah lebih memfokuskan pada industri berbasis besar.

Riza mengatakan, hal tersebut terbukti lantaran sulitnya mencari dana untuk pengembangan modal. Bahkan, untuk mengikuti acara pameran semacam ini saja sulit sekali prosesnya. “Belum lagi masalah regulasi ekspor, sulitnya bukan main,” ujarnya. Namun, dengan laba hingga ratusan juta tiap tahunnya, niat UKM ini tidak ciut untuk mengembangkan ekspansi bisnisnya ke pasar domestik. Riza mengatakan, Desember ini UKM-nya berniat membuka cabang di Jakarta guna melebarkan usahanya.

“Kami akan buka di Atrium, Kalimalang, dan Sunter. Selain untuk melebarkan sayap usaha, kami juga akan memperkenalkan produk kami yang sudah menjadi terbaik di Eropa kepada masyarakat Indonesia. Karena selama ini pasar lokal masih asing dengan produk-produk kami,” ujarnya. Riza menambahkan, dalam perjalanan ekspansi bisnis UKM-nya juga dibantu PT Telkom sebagai mitra yang membina UKM ini agar lebih baik, dari sisi manajemen maupun permodalan. Menurutnya, selama ini PT Telkom memberikan bantuan yang cukup baik untuk pelebaran usahanya.

“PT Telkom hanya memberi kami permodalan pada jenis craft and gift-nya saja. Tetapi itu sudah sangat membantu kami. Tanpa mereka kami tak akan percaya diri melebarkan usaha kami, kini kami mengalami kemajuan berkat Telkom, sehingga mampu memperkerjakan sebanyak 40 orang pegawai,” tuturnya.

Untuk bahan baku industri, Riza mengatakan biaya produksi untuk bahan baku tidak terlalu mahal. Pasalnya, UKM-nya mencoba memanfaatkan limbah kayu pinus dan limbah akar pohon, selain itu membeli kayu jati, namun jumlahnya tidak banyak karena jenis produknya tidak menggunakam kayu berukuran besar.

Menurutnya, biaya produksi jadi mahal pada tahap pembuatan dan pengecatan, karena UKM-nya sangat memprioritaskan kualitas barang. “Untuk cat saja kami menggunakan cat antitoxic agar tidak berbahaya bagi anak kecil,” katanya.

Sementara itu, untuk proses pembuatan, Riza mengatakan tidak memerlukan perancang khusus untuk menciptakan suatu karya yang unik dan bagus. “Kami rata-rata mendesain sendiri, selain itu juga kami menerima masukan dari konsumen untuk hal desain,” ujarnya.

Monday, November 21, 2011

Dana bergulir modali 280 wirausaha pemula

Sedikitnya 280 wirausaha baru skala mikro dan kecil mendapat dukungan pembiayaan Rp7 miliar melalui tujuh koperasi simpan pinjam sebagai pengelola dana bergulir tersebut. Dana tersebut diserahkan Menteri Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan kepada pemuda-pemudi yang menjadi pelaku usaha pemula tersebut.

Dukungan pembiayaan ini merupakan bagian dari Gerakan Kewirausahaan Nasional yang dimotori Kemenkop dan UKM untuk mengejar sasaran 2%pelaku wirausaha nasional dari populasi penduduk. "Harapan saat ini tertuju kepada anak muda yang memiliki masa depan cerah dan diharapkan menjadi pencipta lapangan kerja," ujar Sjarifuddin kemarin.

Menkop meminta agar virus kewirausahaan yang telah ditunjukkan sekitar 280 calon wirausaha pemula tersebut disebarkan kepada generasi muda lainnya. "Ini merupakan tanggung jawab kepada seluruh rakyat Indonesia."

Program ini dilaksanakan oleh Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia yang memberi pelatihan kewirausaha-an dan Deputi Bidang Pembiayaan yang memberi bantuan pembiayaan. Kepada seluruh calon wirausaha muda pemula. Sjarifuddin mengingatkan agar bisa mematuhi kewajiban terhadap koperasi yang menjadi perpanjangan tangan pemerintah menyalurkan bantuan pembiayaan tersebut.

"Jika para wirausaha muda bisa mematuhi kewajiban, bila perlu, Kementerian Koperasi dan UKM akan meningkatkan jumlah wirausaha pemula menjadi 300 orang, 400 orang, atau bahkan hingga 1.000 orang setiap bulan," kata Menkop.

Adapun, koperasi yang diper-caya menjadi pengelola dana bergulir tersebut sebanyak tujuh unit masing-masing Kospin Jasa Pekalongan, KSP Nasari, Koperasi Serba Usaha Sejahtera Bersama, KSP Kodanua. KSP Serambi Dana. KSP Surya Kencana, dan KSP Multi Niaga. Setiap KSP mengelola Rpl miliar.

Penunjukkan KSP yang memiliki reputasi nasional dalam penyaluran dan pengelolaan pembiayaan kewirausahaan pemula yang bersumber dari dana bergulir, dimaksudkan untuk menjaga stabilitas pembiayaan.

Ketujuh koperasi diberi tanggung jawab menjadi pengelola, sekaligus penyalur, karena danayang dikembalikan akan digulirkan kembali ke calon wirausaha muda lainnya yang secara kontinu dilatih Kemenkop dan UKM.

Toha, salah satu calon wirausaha pemula pemuda dari Bekasi, mengaku masuk nominasi penerima bantuan modal setelah mengikuti pelatihan dari Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop.

"Saya mengajukan pembiayaan Rp25 juta untuk menekuni usaha jual beli motor di Bekasi. Proposal tidak langsung disetujui. Butuh waktu sekitar 2 pekan untuk dapat kepastian disetujui," ujar Toha seusai menerima serlilik.it pelatihan.

Wednesday, November 2, 2011

UMKM Paling Rajin Bayar KUR

Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbukti bisa meningkatkan jumlah lapangan kerja di DKI Jakarta, karena banyak pengusaha yang bisa mengembangkan bisnisnya serta mempekerjakan banyak orang. Yang menarik, debitur skala kecil, seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) paling lancar mengembalikan pinjaman kredit.

Proses pengembalian dana KUR sendiri di Jakarta tergolong lancar. Menurut Gubernur DKI Jakarta. Fauzi Bowo, tingkat pengembalian dana KUR Ini pun sangat balk. Dari total debitur yang mendapat penyaluran KUR. hanya 2.5 persen debitur yang belum bisa mengembalikan pinjaman dana.

"Artinya, pengusaha mengetahui benar kewajibannya untuk mengembalikan dana tersebut. Kalau penghutang besar malah banyak yang ngawur," ujarnya dalam acara Sosialisasi KUR kepada para Industri kecil dan menengah di Balaikota DKI. Jakarta. Rabu (3/11).

Fauzi Bowo mengatakan, penyaluran KUR kepada pengusaha kecil dan menengah turut membantu upaya pemerintah dalam mendorong tumbuhdan berkembangnya usaha. Usaha itu di antaranya untuk industri kecil menengah (IKM) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Dia mengungkapkan, para pengusaha UMKM yang menerima kucuran dana KUR memperlihatkan peningkatan volume usaha, peningkatan kesejahteraan pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan baru semakin luas.

Salah satu pengusaha konveksi di Pasar Tanahabang. Jakarta Pusat. Mulyanl, mengaku mengajukan KUR sebesar Rp 500 Juta dan sudah diberikan sebesar Rp 200 Juta. "Saya bisa menambah tenaga kerja, dan menambah modal, prosesnya cuma sebulan." ujarnya. Sedangkan Budiono, pedagang buah yang memasok untuk ka-tering dan rumah sakit mengaku bisa mempekerjakan lima orang dengan tambahan modal dari KUR

Sementara Itu. Bank DKI yang milik pemerintah daerah DKI Jakarta telah mengucurkan KUR ke Koperasi Karyawan Hero sebesar Rp 2 miliar. Koperasi karyawan yang memiliki anggota sebanyak 8.000 orang di Jakarta ini menyalurkan Rp 5-20 juta per anggota untuk usaha seperti lemak lele, dan berdagang pakaian.

Hingga September 2011. bank itu menyalurkan KUR sebesar Rp 123 milyar kepada 1.298 pengusaha. Dana ttu meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2010. yang hanya Rp 12.26 miliar untuk 171 debitur yang merupakan pemilik usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Dirut PT Bank DKI. Eko Budiwiyono, menambahkan, strategi pemasaran Bank DKI yang lebih berfokus pada peningkatan kerja sama pembiayaan dengan multifinance, yaitu Bank Perkreditan Rakyat (BPR), koperasi dan lembaga keuangan mikro.

Di Jakarta, total ada 10 bank penyalur KUR yang sampai September 2011 telah menyalurkan dana KUR sebanyak Rp 2,5 triilun kepada 116.000 pengusaha di Jakarta. Artinya, setiap pengusaha rata-rata mendapatkan dana KUR sebesar Rp 22 Juta per debitur, (ub)

Sunday, September 18, 2011

Pengolah Ikan di jawa Barat Dapat Bantuan Rp 1,6 Miliar

Sebanyak 32 kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Jawa Barat menerima bantuan Pengembangan Usaha Mina Pedesaan (PUMP) senilal Rpl.6 miliar.

"Tahun 2011 program PUPM Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan diperuntukan bagi 408 kelompok di 53 kabupaten/kota, untuk Jabar diberikan untuk 32 kelompok senilal Rpl.6 miliar. kata Dirjen Pengolahan dan Pemasar Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Victor PH NIWJuluw di Bandung, Jumat

Penyerahan bantuan langsung masyarakat PUMPP2HP Itu dilakukan oleh Victor kepada 32 ketua Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) di Kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar di Bandung. Hadir pula pada kesempatan Itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar Ahmad Hadadl.

Setiap kelompok tersebut mendapat bantuan hibah masing-masing senilal Rp50juta yang nantinya akan digunakan untuk pemberdayaan masyarakat di sektor pengolahan dan pemasar hasil perikanan.

"Bantuan Itu sifatnya hibah yang akan dibelikan untuk keperluan untuk mendukung produksi pengolah dan pemasaran hasil perikanan. Uang itu utuh diterima kelompok tidak ada biaya apapun dan dikelola oleh kelompok sesuai dengan kebutuhannya.* kata Victor

Bantuan Itu, kata Victor sebagai upaya mendorong percepatan perkembangan usaha kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan dari perwlrausaha pemula menjadi pewlrausaha berkembang. Sehingga pada gilirannya menjadi pewlrausaha yang berkembang.

Selain bantuan PUMP-P2HP. pada kesempatan Itu Juga diserahkan bantuan antara lain tenda biru, pabrik es dan pasar benih Ikan.

"Program bantuan Ini pertama kali digulirkan 2010 dan akan bergulir sceara berkesinambungan. Tahun 2011 ini anggarannya sekitar Rp800 miliar dengan sasaran 408 desa, dan 2012 akan ditingkatkan -nenjadi Rpl triliun untuk menjangkau 1.500 kelompok, kata Victor.  Salah satu sasarannya adalah meningkatkan kemampuan dan kemandirian kelompok 99

Bantuan itu sifatnya hibah yang akan dibelikan untuk Keperluan untuk mendukung produksi pengolah dan pemasaran hasil perikanan.pengolah dan pemasar hasil perikanan, penyerapan tenaga kerja dan mengembangkan wirausaha di bidang pengolahan dan pemasar perikanan

Penyaluran BLM PUMP-P2HP dilakukan dalam rua tahap yakni dilakukan pencairan pada Mei-Juni dan tahap kedua periode Juli -Agustus, termasuk di Jawa Barat. Selain bantuan untuk sektor pengolahan dan pemasar. Juga program Itu Juga digulirkan untuk sektor penangkapan dan budidaya perikanan.

"Sekitar 50 persen memang disalurkanuntuk sektor budidaya perikanan. Skema bantuan langsung Ini akan terus digulirkan. Sekitar 20 persen anggaran KKP untuk program PUMP-P2HP. katanya.

Sementara itu realisasi penyaluran bantuan PUMPP2HPpada 2011. menurut Victor telah teralokasi sekitar 70 persen, sisanya akan dituntaskan hingga November 2011.

"Dananya sudah tersedia, namun Justru kelompoknya Itu banyak yang belum siap. Namun kami optimis November 2011 bisa tersalurkan 100 persen. katanya.

Sementara Itu Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jabar. Ahmad Hadadl menyebutkan bantuan langsung bagi masyarakat Itu sangat mendukung pemberdayaan khususnya sektor pengolahan dan pemasar.

Berbeda dengan sektor penangkap dan budidaya ikan yang ada di kawasan pantai, sektor pengolah dan pemasar Ikan Justru lebih banyak di pedesaan. Stimulan Ini diharapkan bisa mendongkrak pengembangan kewirausahaan pengolah dan pemasar hasil perikanan di Jabar." kala Ahmad Hadadl menambahkan.

Tuesday, September 13, 2011

Bank Permata Beri Kredit kepada Pengusaha Fotokopi

 Bank Permata memberikan fasilitas pembiayaan bagi pelanggan As-tragraphia untuk memenuhi kebutuhan pembelian unit mesin Fuji Xerox. Dalam setahun, Bank Permata menyiapkan dana 200 miliar - 300 miliar rupiah.

Fasilitas pembiayaan akan diberikan kepada pengusaha perorangan/badan usaha, baik CV maupun PT, dengan range 80 juta - 1 miliar rupiah dengan jangka waktu satu hingga lima tahun.

"Kalau program ini sukses, kita akan menyiapkan dana lebih besar lagi. Makanya, kita akan terus monitor program iniuntuk setahun ke depan," kata Direktur Retail Banking Bank Permata Lauren Sulistiawati seusai penandatanganan perjanjian kerja sama dengan Astra-graphia di Jakarta, Selasa (13/9).

Selain menyasar pelanggan loyal Astragraphia, fasilitas ini diberikan kepada calon pelanggan potensial, baik yang telah memiliki pengalaman usaha print/copvshop maupun yang berminat terjun di bisnis tersebut. Fasilitas pembiayaan dikucurkan setelah mendapat rekomendasi dari Astragraphia.

"Pengusaha yang mendapatkan fasilitas ini adalah pengusaha UKM, dan untuk memberikan rasa aman bagi ahli warispelanggan perorangan, pelanggan yang mendapatkan fasilitas Permata Business Loan mendapat perlindungan asuransi jiwa oleh perusahaan asuransi jiwa yang ditunjuk oleh bank," kata Lauren.

Kelola Bisnis

Dengan fasilitas itu, para nasabah diharapkan mengelola keuangannya secara lebih fleksibel sehingga bisnisnya berkembang dengan baik. Mereka diminta mengelola bisnis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian.

"Kami berharap agar fasilitas pembiayaan ini dapat memberikan solusi sekaligus nilaitambah bagi pelanggan Astragraphia," imbuhnya.

Di sisi lain, pembiayaan itu turut memperkuat segmen komersial bank, termasuk sektor usaha kecil menengah (UKM). Permata Business Loan, paparnya, merupakan jawaban terhadap kebutuhan nasabah yang menginginkan pembiayaan yang cepat dengan plafon dan jangka waktu yang sesuai dengan kebutuhan.

"Melalui pendekatan value chain dengan menargetkan bisnis perusahaan dari hulu hingga hilir, kami berharap dapat meningkatkan penetrasi pasar," katanya.

Presiden Direktur Astragra-phia Lukito Dewandaya mengatakan fasilitas pembiayaan itu memudahkan pelanggan memiliki mesin Fuji Xerox mulai dari printer multifunction hingga production printer, balk color maupun monochrome.

"Bank Permata membantu pelanggan Astragraphia yang sudah puas dengan produk dan layanan Astragraphia untuk memunyai pilihan pembiayaan yang fleksibel. Bahkan untuk calon pelanggan potensial, Astragraphia yang tersebar di 77 titik layanan di seluruh Indonesia dapat juga menikmati fasilitas pembiayaan dari Bank Permata yang juga sesama Grup Astra," kata Lukito.

Sunday, August 21, 2011

BMT Jadi Solusi Bagi UMKM


Baitul Mal waat Tamwil (BMT) dapat menjadi solusi bagi usaha mikro, Kecil, dan menengah (UMKM) untuk mendapatkan akses perbankan dalam mengembangkan usahanya.

"UMKM biasanya kesulitan untuk mendapatkan akses perbankan, terutama terkait dengan agunan sehingga Baitul Maal wa-at Tamwil (BMT) bisa menjadi alternatif bagi mereka. kata Ketua BMT Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Misbahul Anwar di Yogyakarta, Sabtu (20/8).

Menurut dia, BMT pada dasarnya merupakan salah satu bentuk penguatan perekonomian masyarakat kecil, seperti UMKM. UMKM sebenarnya memiliki potensi usaha, tetapi terbatas akses perbankan.

"Lembaga keuangan selain bank semacam BMT bisa menjadi media bagi UMKM dalam mendapatkan akses perbankan guna memperoleh modal usaha, demi menunjang perkembangan usaha mereka. Dengan demikian, BMT benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. katanya.

Ia mengatakan, begitu pula dengan BMT UMY yang memberikan kemanfaatan bagi internal dan eksternal kampus. Untuk internal kampus, BMT UMY mendukung kegiatan akademik melalui magang mahasiswa atau kegiatan lainnya.

Sunday, August 14, 2011

Garuda Bantu Perajin Kain Tenun


PT Garuda Indonesia Tbk memberikan bantuan untuk usaha Tecil dan menengah (UKM) nasional hingga Rp 6  miliar, di antaranya bantuan |untuk perajin kain tenun asal Bali dan Sambas, Kalimantan Barat. Alokasi anggaran itu diambil dari dana tanggung jawab sosial perusahaan {corporate social responsibility/CSR).

"Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya bangsa, khususnya kain tenun Indonesia. Terkait hal ini, Garu- da Indonesia bekerja sama dengan Cita Tenun Indonesia (CTI) dan Metro Department Store melaksanakan kegiatan festival tenun bertema Keindahan dalam Keragaman," kata Direktur , Utama Garuda Emirsyah Satar pada acara Festival Tenun Bali dan Sambas di Jakarta, kemarin.

Festival tenun itu dilak-! sanakan mulai 29 Juli-29  Agustus 2011 di tiga lokasi, yakni Metro Department Store yang tersebar di Jakarta Selatan, yakni Metro Pondok Indah (periode 29 Juli-14 Agustus 2011), Metro Gandaria City (12-22 Agustus 2011), dan Metro Plaza Senayan (22-29 Agustus 2011).

Emirsyah mengatakan, dukungan kepada perajin nasional melalui program CSR merupakan upaya untuk melestarikan kebudayaan Indonesia. Total UKM mitra binaan Garuda saat ini mencapai 720 yang terus-menerus dibina. Dana yang disalurkan untuk UKM mitra binaan sudah mencapai Rp 6 miliar Anggaran CSR setiap tahunnya sebesar 2,5 persen dari laba bersih.

Melalui festival ini, Garuda Indonesia, Metro Department Store dan CTI berupaya untuk menyosialisasikan nilai dan makna kain tenun Indonesia. Kain tenun asli Indonesia nantinya akan dipasarkan di Metro Department Store.

Sementara itu, Ketua Cita Tenun Indonesia (CTI) Ok-ke Hatta Rajasa mengatakan, keberhasilan para mitra binaan untuk masuk department store merupakan ke-banggan sendiri bagi CTI. Ini berarti binaan berhasil me-menuhi kualitas mutu yang dipersyaratkan oleh department store, apalagi yang terkenal seperti Metro.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Garuda dan Metro yang sudah mendukung. Ini akan meningkatkan kepercayaan diri para perajin untuk menghasilkan kain tenun yang berkualitas," tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur Metro Department Store Christine Barki mengatakan, dukungan bukan hanya terkait dengan kegiatan komersial perusahaan semata, melainkan juga untuk mewujudkan komitmen dalam pengembangan dunia fesyen di dajam negeri. Ini merupakan salah satu bentuk program CSR Metro.

Sejak awal 2009, perseroan bersama CTI telah bersama-sama melestarikan kain tenun dengan program pelatihan dan pengembangan perajin di berbagai daerah. Program sudah berlangsung dan masih berlanjut, yakni di Bali (2009), Sambas (2010-2012), dan Lombok

(2011-2012).

Sunday, August 7, 2011

Utang usaha kecil di PUPN dapat keringanan

Utang debitur UMKM dan kepemilikan rumah sederhana atau sangat sederhana yang telah dilimpahkan ke Panitia Urusan Piutang Negara untuk pagu kredit masing-masing maksimal Rp5 miliar dan Rpl00 juta atas utang akan mendapat keringanan.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan No.98/PMK.06/2011 tentang Penyelesaian Piutang Negara yang dikelola oleh Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) dan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN).

Ketentuan yang efektif berlakumulai 8 Juli tersebut merupakan tindak lanjut dari Pasal 35 ayat (2) UU No. 10 tentang APBN 2011.

Dalam Pasal 35 ayat (2) UU APBN 2011. menteri Keuangan diberikan wewenang menyelesaikan piutang instansi pemerintah yang diurus/dikelola oleh PUPN/DJKN. khususnya piutang terhadap UMKM dan piutang berupa KPR RS/RSS

"Pemerintah memberikan keringanan pembayaran hingga penghapusan," kata Yudi Pra-madi. Kepala Biro Humas Ke-menkeu, dalam siaran persnya pekan lalu.

Menteri Keuangan Agus D. W. Martowardojo dalam beleidnya menjelaskan ruang lingkup penyelesaian piutang di PUPNtersebut tidak termasuk piutang yang merupakan aset kredit eks bank dalam likuidasi.

Ketentuan itu hanya berlaku bagi debitur yang mengajukan permohonan paling lambat tanggal 1 Desember 2011 kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang.

Yudi menjelaskan Menkeu juga memberikan keringanan kepada debitur UMKM dan KPR RS/RSS atas penyelesaian piutangnya.

Pertama, menghapus seluruh sisa utang, bunga, denda, dan biaya lainnya yang wajib diselesaikan penanggung utang.

Kedua, menghapus utang pokok sebesar persentase pembayaran yang telah dilakukan sebe-lum 1 Januari 2011 terhadap utang pokok.

Tambahan potongan

Ketiga, tambahan keringanan pembayaran utang 25% untuk pelunasan yang dilakukan sampai dengan Juli, sebesar 20% untuk periode pelunasan Agustus-September 20%. Potongan hanya 10% untuk yang melunasi pada periode Oktober hingga 20 Desember.

Tambahan keringanan tersebut dihitung berdasarkan sisa utang pokok setelah diberikan keringanan. Jumlah keringanan yang diberikan untuk penyelesaian utang tidak melebihi RplO miliar per penanggung utang.

"Penanggung utang yang telah melakukan pembayaran sebesaratau melebihi utang pokok sampai dengan 1 Januari 2011 diberikan keringanan seluruh sisa utang bunga, denda dan ongkos/ biaya lainnya," tulis Yudi.

Harry Azhar Azis, Wakil Ketua Komisi Xl DPR, menjelaskan latar belakang dari kebijakan tersebut adalah masalah kredit macet di bank-bank BUMN yang penyelesaiannya terhambat oleh UU No.49/1%0 tentang PUPN.

Melalui aturan itu, penyelesaian kredit macet kreditur UMKM di bank BUMN harus menggunakan mekanisme negara, yakni melalui PUPN, tanpa melalui restrukturisasi atau haircut. "Ini hanya jalan pintas untuk memperbaiki balance sheet bank-bank BUMN," katanya kemarin.

Tuesday, August 2, 2011

Petani Jamur Merang Tersandera Bandar

Kesulitan modal membuat petani jamur merang di Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat rela meminjam uang dari bandar. Untuk membayarnya, jamur hasil panen mesti dijual ke mereka dengan harga lebih murah Rp 5.000 per kg dari harga pasar.

Petani jamur merang di desa Krasak, Kecamatan Cilamaya, Kabupaten Karawang banyak yang menggantungkan nasib kepada para bandar atau tengkulak.

Banyak petani jamur mengandalkan modal usaha dari para bandar. Agar modal dari bandar mengalir lancar, para petani rela terikat perjanjian kerjasama penjualan jamur kepada para bandar.

Sardi, Ketua Gabungan Kelompok Tani Bintang Jamur Mandiri, bilang, hampir 80% petani jamur di Cilamaya menggantungkan nasib kepada para bandar tersebut.

Namun begitu, ada juga petani di Cilamaya yang mandiri dalam hal modal, terutama anggota kelompok tani Bintang Jamur Mandiri. Bedanya, petani yang tidak bergantung kepada bandarbisa menentukan hargajual jamu sendiri. "Kalau harga naik maka petani dapat untung," urai Sardi.

Berbeda dengan petani yang meminjam uang dari pemodal atau tengkulak. Hargajual jamur sudah ditentukan oleh bandar. "Biasanya hargajual lebih rendah Rp 5.000 per kilogram (kg) dari harga pasar," kata Asnawi, salah satu petani jamur yang meminjam uang dari bandar.

Contoh, misalnya saja saat ini harga jamur sedang naik karena memasuki bulan suci Ramadhan. Untuk satu kilogram jamur merang dijual Rp 21.000 per kg. "Petani yang meminjam uang bandar hanya menjual Rp 16.000 per kg, ada selisih Rp 5.000 yang diambil para bandar," kata Sardi.

Selisih hargajual petani dan harga pasaran itulah yang menjadi keuntungan para bandar. Para bandar biasanya mencari petani yangkesulitan modal dalam menanam jamur.

Tidak hanya itu, para bandar juga mencari petani yang tidak punya kubung. Seperti Disam, yang harus membayar sewa kubung milik bandar Rp 500.000 per bulan. "Harga jamur sudah rendah, saya juga terbebani untuk bayar sewa kubung," keluh Disam.

Ikhsan, salah satu petani mandiri mengaku pernah menggunakan jasa bandar ketika dia membutuhkan uang tunai secara cepat sebesar Rp 500.000. Bandar memang menyediakan kebutuhan Ikhsan itu dengan cepat. Namun saat panen Ikhsan wajib menjual hasil panen itu kepada bandar. "Harga jamur kepada bandar itu sangat rendah," kata Ikhsan.

Merasa merugi dengan permainan para bandar itu, Ikhsan pun memutuskan untuk segera melunasi utangnya Setelah bebas darijeratan uatang bandar, lumi.ih Ikhsan menikmati harga jual jamur sesuai harga pasar.

Menurut Asnawi, petani meminjam uang kepada tengkulak karena tidak memiliki pilihan lain. Sebab, para petani rata-rata berpendidikan rendah dan mereka sulit mengakses pinjaman ke perbankan. "Padahal petani butuh modal untuk membuat kubung," timpal Sardi.

Ikhsan berharap, ada solusi pembiayaan atau permodalan untuk para petani, baik dari perbankan atau dari pemerintah. Ia bilang, kehadiran pertanian jamur ikut membantu tugas pemerintah dalam mengurangi pengangguran di Kabupaten Karawang. Menurut Ikhsan, kubung-kubung yang ada Cilamaya menyerap banyak tenaga kerja.

Monday, August 1, 2011

Pemerintah dan BI Lamban Mengembangkan Industri Kreatif

Sebagai industri yang datang dari kreativitas manusia, potensi pertumbuhan industri kreatif kedepan sungguh sangat besar. Akan tetapi di satu sisi, sulit bagi perbankan untuk melakukan pembiayaan atas jenis industri tersebut. Seperti apa kendala pembiayaan tersebut jika dibandingkan dengan nilai kontribusinya?

Potensi pertumbuhan industri kreatif di Tanah Air dinilai banyak kalangan belum dilirik oleh pihak perbankan, sehingga pembiayaan perbankan untuk sektor tersebut masih minim. Padahal, industri kreatif adalah sesuatu yang baru, berkembang, dan dinamis.

Berdasarkan data, nilai ekonomi industri kreatif meningkat hampir dua kali lipat dari Rp257 triliun pada 2006 menjadi Rp486 triliun pada 2010. Nilai ekspor industri kreatif juga naik dari 85 miliar dolar AS menjadi 131 miliar dolar AS. Sektor industri kreatif penerbitan dan percetakan tumbuh sebesar 17,5 persen dan nilai ekspor fashion sebesar Rp72 triliun atau sekitar 55 persen dari totel nikai ekspor industri kreatif.

Selain itu, kontribusinya pada PDB (Produk Domestik Bruto) juga meningkat dan 7,4 persen menjadi 7,7 persen. Pada periode yang sama, ekspor tumbuh dari 85 miliar dolar AS menjadi 131 miliar dolar AS.

Berdasarkan data Kementerian Perindustrian periode 2002-2008, industri kreatif telah berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) rata-rata sebesar 7,8 persen.

Nilai ekspornya dari 14 sektor industri kreatif mencapai RplO4,71 triliun atau 7,5 persen dari total ekspor pada 2009, dengan rata-rata pertumbuhan ekspor 2006 hingga 2009 mencapai 2,9 persen per tahun.

Selama semester 1-2010, ekspor industri kreatif tercatat meningkat tajam yaitu 17,33 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2009. Saat itu, subsektor fashion tercatat menyumbang 63,3 persen dari total ekspor industri kreatif dan disusul kerajinan 33,2 persen.

Tahun ini, Kemenperin mempre-diksi pertumbuhan industri kreatif nasional akan mencapai empat persen atau lebih tinggi dari target awal sebesar tiga persen. Sampai dengan semester 1-2011, tingkat pertumbuhan industri kreatif telah mencapai lebih dari dua persen.

Sementara itu, yang dimaksud 14 industri kreatif yaitu periklanan, arsitektur, pasar seni dan barang antik, kerajinan, desain, fesyen, desain, video film dan fotografi, permainan interaktif, musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan peranti lunak, televisi dan radio, serta riset dan pengembangan.

Lalu, sektor mana saja dalam industri kreatif yang pertumbuhannya pesat. Berdasarkan angkanya, penerbitan dan percetakan mengalami pertumbuhan nilai tambah yang paling tinggi dengan 17,5 persen. Sedangkan, fashion untuk penyerapan tenaga kerja pertumbuhannya paling tinggi sebesar 52 persen. Adapun sumbangan fashion terhadap ekspor sebesar 55 persen.

Sementara itu, tingkat partisipasi tenaga kerja di sektor periklanan dan arsitektur sebesar 17 persen. Adapun sektor yang mengalami pertumbuhan ekspor yang tinggi adalah industri film, video, dan fotografi yang mencapai 104 persen.

Proyeksi

Dengan melihat perkembangan semester 1-2011 yang relatif menyakinkan, pemerintah optimistis pertumbuhan industri kreatif bisa mencapai empat persen pada tahun ini. Apalagi dengan melihat pertumbuhan fashion yang tumbuh dengan sangat menggembirakan.

Untuk bisa lebih memacu industri kreatif nasional, setidaknya pemerintah perlu melakukan tiga hal, yai-tu data yang kuat dan akurat, tim intelijen, dan ketiga rim kreatif yang juga mumpuni.

Pemerintah juga akan mengupayakan pemberian insentif fiskal dan nonfiskal, selain juga pengupayakan kemudahaan memperoleh bahan baku bagi industri kreatif. Saat ini, banyak pelaku industri kreatif, seperti kerajinan, mengalami kesulitan ba-han baku, bahkan untuk mewujudkan terminal bahan baku pun masih sulit.

Untuk mendorong produsen kreatif industri kecil dan menengah (IKM|. sekarang setiap provinsi mempunyai objek wisata yang dapat dijadikan ajang pameran produk IKM.

Pemerintah mengharapkan ada sarana pameran yang memotivasi generasi muda atau wirausahawan muda untuk menghasilkan produk kreatif dan menjadi ikon dari daerah tersebut khususnya produk IKM.

Di sub sektor lain, nilai transaksi industri kreatif startup di Indonesia sejak 2009 baru mencapai puluhan miliar rupiah dengan jumlah perusahaan mencapai 800 perusahaan. Menurut laporan riset, industri game online diperkirakan tumbuh 33 persen per tahun.

Pertumbuhan industri didorong penetrasi internet dan tren media sosial yang bersifat interaktif. Tahun ini nilai pasar industri game online di-estimasikan mencapai Rp280 miliar dengan jumlah pengguna sebanyak empat juta pengguna.

Dan bisa dipastikan, setiap tahun pertumbuhannya akan terus meningkat pesat karena belum tersentuh, terutama untuk yang berbasis mobile. Tapi dengan catatan, inovasi mereka tidak kalah dengan produk luar. Karena saat ini, dari sekitar 20 game beredar dan sebagian besar adalah game asing.

Dukungan

Beberapa waktu lalu, pelaku industri kreatif pemula serta perusahaan penyedia konten berbasis teknologi informasi, meminta pemerintah memberikan insentif pajak. Sehingga industri tersebut bisa semakin berkembang di Indonesia.

Tidak bisa dipungkiri masalah finansial selama ini menjadi penghambat eksekusi ide-ide kreatif para developer di Indonesia. Karena, untuk memulai industri pemula, para pelaku usaha membutuhkan modal sebesar 8.000 dolar AS-200.000 dolar AS untuk bisa beroperasi selama satu hingga dua tahun. Jumlah tersebut sudah mencakup keseluruhan mulai dari pembukaan perusahaan, operasional, dan konten.

Di satu sisi, salah satu sektor industri kreatif yang paling mendapat perhatian pemerintah saat ini adalah industri digital karena permintaan produk digital semakin meningkat. Karena sebanyak 63 persen penduduk kita merupakan anak-anak dan pemuda yang menjadi pangsa pasar produk digital dan juga pelaku.

Di Indonesia terdapat 39,6 juta pengguna internet. Sebanyak 62 persen dari mereka mengakses melalui mobile phone. Padahal, mobile penetration rate kita nomor satu di Asia, yang untuk mencapainya hanya dalam kurun waktu 2-3 tahun.

Permintaan ini pun direspon, pemerintah akan mempermudah pertumbuhan industri kreatif di bidang teknologi informasi melalui fasilitas regulasi dan finansial. Dukungan tersebut ditargetkan untuk membantu mendorong kinerja para pengembang {developer) lokal maupun start-up, perusahaan baru di bidang aplikasi teknologi informasi.

Soal finanasial, menurut Ekonom Indef yang juga Komisaris Independen Bank BRI Aviliani mengatakan, perlu ada skema pembiayaan khusus bagi industri ini. Hal ini disebabkan perbedaan mendasar tentang nilai aset dalam industri kreatif dibanding industri yang lain.

"Di lapangan, bank kadang jadi ragu untuk memberikan pinjaman. Mengingat jaminan di industri ini berbeda dengan jenis pembiayaan untuk sektor industri lainnya," jelasnya kepada Pelita, Senin (1/8). Sedangkan menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, Harry Azhar Aziz, pemerintah maupun Bank Indonesia ketinggalan untuk meresponperkembangan.

Pernyataan ini berdasarkan analisanya, yang ternyata fokus pengembangan di industri ini akhir-akhir ini disebabkan adanya sekelompok developer industri kreatif ta-nah air yang hijrah keluar negeri beberapa waktu lalu. "Selama kita melakukan sesuatu dengan gegabah dan incidental, saya pikir industri kreatif akan stagnan 5-10 tahun kedepan," ujarnya.

Sunday, July 31, 2011

LPDB Biayai 120 Franchise

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB-KUMKM) Kementerian Koperasi dan UKM menyerahkan secara simbolis persetujuan pinjaman atau pembiayan melalui pola franchise kepada Edam Burger saat peringatan Hari Koperasi Nasional Tahun 2011, yang berlangsung di Gedung Istora Senayan Jakarta, Selasa (12/7).

Pada acara yang bertema Koperasi Kuat Rakyat Sejahtera, Menteri Negara Koperasi dan UKM Sjarifuddin Hasan menyerahkan pinjaman kepada pemilik usaha Edam Burger, Made Ngurah Bagiana di hadapan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, jajaran Menteri Kabinet Indonesia Bersatu, para Duta Besar serta tamu undangan lainnya pada peringatan Hari Koperasi ke 64. Edam Burger merupakan satu di antara 120 franchise lainnya yang mengikuti acara Bursa Lapangan Usaha dan Kesempatan Kerja Melalui Usaha Franchise Dengan Dukungan Pembiayaan dari LPDB-KUMKM yang berlangsung di Gedung Smesco (SME Tower) Jakartapadat 27-29 Mei 2011.

Waralaba yang mendapatkan plafond pinjaman dari LPDB-KUMKM sebesar Rp900 juta ini telah menjalankan usahanya di bidang makanan dan minuman sejak tahun 1990. Usaha yang dirintis Made Ngurah dari nol ini, kini terus berkembang seiring berjalannya waktu. Berbagai sarana menjual burger telah ia miliki, seperti counter tetap, dorong, becak dan sepeda motor. Usahanya kian berkembang menjadi bentuk kemitraan. Ide kemitraan temyata sukses besar. Sekarang usahanya telah memiliki 13 home industry, 25 distributor, 3500 mitra counter, gerobak dan pedagang kaki lima (PKL) keliling, cafe dan resto yang tersebar di seluruh Indonesia.

Pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM akan dipergunakan oleh pengusaha Edam Burger menghadirkan 360 gerobak baru untuk pengembangan usaha dalam bentuk Franchisor sekaligus penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Pemberian simbolis persetujuan pinjaman/pembiayaan melalui pola franchise yang disampaikan saat peringatan Harkopnas ke-64 merupakan kelanjutan acara pascakegiatan bursa lapangan kena dan usaha yang diadakan LPDB-KUMKM dua bulan silam. Acara simbolis tersebut sekaligus membuktikan bahwa LPDB-KUMKM memberi pinjaman/pembiayaan bukan hanya kepada usaha mikro, kecil dan menengah (UKM) namun juga menjangkau ke usaha franchise (waralaba)/busmess opportunity (BO).

Acara bursa lapangan usaha dan kesempatan kerja melalui usaha franchise menegaskan kehadiran LPDB-KUMKM dalam memberi dukungan dalam bidang pembiayaan. Melalui acara ini juga, LPDB-KUMKM membuktikan partisipasi aktifnya dalam percepatan program pemerintah dalam menyediakan lapangan usaha dan mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Indonesia.

Melalui acara bursa lapangan kerja dan usaha yang dilaksanakan pada 27-29 Mel 2011, tercatat jumlah calon tenaga kerja yang mendaftar pada 120 franchise selama tiga hari berturut-turut berjumlah 1.647 orang. Ditambah dengan jumlah calon pewaralaba yang mencapai S.339 orang, dengan asumsi tiap franchise/BO mempekerjakan empat orang tenaga kerja, sehingga berjumlah 21.356 orang. Maka total potensi penyerapan tenaga kerja yang diserap saat pameran bursa lapangan kerja dan usaha oleh 120 franchise selama tiga hari mencapai 23.000 orang.

Penyerahan simbolis pinjaman/pembiayaan LPDB-KUMKM kepada usaha franchise seperti Edam Burger, diharapkan dapat menyerap lebih banyak angkatan kerja dan menekan angka kemiskinan. Implikasinya bukan hanya untuk perkuatan ekonomi mikro dan kecil, namun juga perkuatan ekonomi nasional.

Tuesday, July 26, 2011

PPK SAMPOERNA EXPO 2011

Berawal dari yang kecil, ungkapan yang dilontarkan Yos Adiguna Ginting, direktur PT HM Sampoerna Tbk, pada pembukaan Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna Expo 2011, di PPK Sampoerna, Sukorejo, Jawa Timur. Jumat (22/7).

Tak jauh-jauh. Yos pun mencontohkan industri rokok Sampoerna yang sayap bisnisnya kini menggurita. "Sampoerna berawal dari industri rumahan yang dibangun oleh Liem Seeng Tee pada 98 tahun silam dengan produknya rokok kretek lintingan. Kini Sampoerna mampu mempekerjakan 90 ribu tenaga kerja. Keuletan, ketekunan, dan kerja keras telah mengubah semuanya itu," ungkap Yos.


Direktur HM Sampoerna ini tentu tak sedang mempromosikan produk yang dihasilkan salah satu perusahaan rokok terbesar itu. Dengan mengusung tugas dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR), Sampoerna, menurut Yos. ingin terus berkomitmen mendorong, memberi dukungan, dan memacu . keberanian wirausaha muda untuk mengembangkan usahanya.

"Melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan, kami ingin menciptakan masyarakat korporasi," tukas Yos A Ginting.

Basis Kekuatan Ekonomi

Berlangsung selama tiga hari, 22-24 Juli. PPK Sampoerna Expo 2011 dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, dan dihadiri Wakil Bupati Pasuruan H Eddy Paripurna serta tokoh masyarakat setempat.

Sebanyak 90 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hadir dan menggelar berbagai produk yang mereka hasilkan. Para UMKM tersebut berasal dari Pasuruan, Surabaya, Malang, dan daerah lain di Jawa Timur, dan 90% adalah UMKM binaan Sampoerna. Berbagai produk yang mereka tawar-kan, antara lain, produk makanan dan minuman, obat-obatan herbal, hasil pertanian, dan hasil-hasil kerajinan tangan.

Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf mengakui sangat terbantu dengan kegiatan yang dilakukan PPK Sampoerna. Kehadiran UMKM di Jatim, yang kini berjumlah sekitar 4,5 juta, tidak hanya mampu menyerap tenaga kerja tapi juga menghidupkan denyut nadi perekonomian kawasan itu. "Lebih dari 52% PDRB Jawa Timur berasal dari para pelaku UMKM. Tanpa mereka, ekonomi Jatim pincang," ungkap Syaifullah Yusuf.

Dengan posisinya itu, menurut Syaifullah, masalah yang dibutuhkan UMKM sekarang tinggal bagaimana meningkatkan kualitas dan nilai tambah produk agar bisa bersaing di pasaran.

"Selama produk UMKM punya daya saing, dia takkan ke mana-mana. Karena itu, kita harus mampu meciptakan banyak little winner agar bisa menjadi pemenang dalam memperebut daya saing produk." tukas Syaifullah Yusuf.

Yos A Ginting menambahkan, pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan menciptakan dan mengembangkan UMKM merupakan salah satu pilar kegiatan Corporate Social Responsibility yang dijalani PT HM Sampoerna Tbk. "Kami yakin sektor UMKM dapat memacu pertumbuhan ekonomi lokal maupun nasional," ungkap Yos A Ginting.

UMKM Award

Seperti tahun-tahun sebelumnya. Expo 2011 juga meluncurkan hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan di PPK Sampoerna. Pada kesempatan kali ini PPK Sampoerna menampilkan hasil penelitian mi pelangi dan melon kotak yang dikembangkan tim ahli dari Prima Kelola Agribisnis-Agroindustri Institut Pertanian Bogor (IPB).

Bersamaan pameran produk UMKM, ada serangkaian workshop, seminar serta klinik konsultasi untuk meningkatkan keterampilan para pelaku UMKM. Pembi-cara yang hadir dalam acara ini antara lain Jamil Azzaini (trainer dan inspirator). Deddy Dahlan dan Nukman Luthfie yang berbicara tentang strategi pemasaran online.

Namun, berbeda dengan penyelenggaraan tahui) sebelumnya, PPK Sampoerna Expo 2011 ini memberikan pula penghargaan kepada pelaku UMKM terbaik. Pengusaha minuman herbal instan, Hj Karyani, terpilih sebagai pemenang Small Medium Enterprise - "Best Grow and Environment Care".

Karyani, salah satu mitra binaan Sampoerna, mengaku mengalami perubahan tingkat kesejahteraan setelah menggeluti usahanya itu. Bukan hanya bagi keluarganya, tapi juga para petani tanaman herbal di daerahnya seperti jahe, temu-lawak, pace, kunyit putih, lidah buaya, mahkota dewa, dan berbagai tanaman berkhasiat lainnya.

Semenjak bergabung dengan PPK Sampoerna, kini produksinya terus meningkat seiring semakin meningkatnya permintaan dari berbagai kota, seperti Jember, Yogyakarta, Denpasar, dan Jakarta.

"Masih banyak impian yang belum terwujud. Namun, dengan bergabung ke PPK Sampoerna ini, saya yakin impian saya akan segera terwujud," ungkap Karyani.

Sejak mulai beroperasi pada 2007. PPK Sampoerna telah menyelenggarakan sejumlah program pendidikan dan pelatihan guna mendorong pengembangan usaha kecil yang berada di sekitar pabrik Sampoerna dan beberapa daerah lain di jawa Timur dan Lombok.

Saat ini, PPK Sampoerna telah beroperasi di atas lahan seluas 27 hektare, yang dilengkapi fasilitas terpadu, di antaranya ruang pelatihan, bengkel otomotif, lahan peternakan, dan pertanian.

PPK Sampoerna merupakan program yang khusus dilakukan oleh Sampoerna sebagai bagian dari aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), terutama terkait dalam pilar pemberdayaan ekonomi masyarakat

Sunday, July 24, 2011

PPK Sampoerna Expo 2011 Ciptakan Wirausahawan Tangguh

Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), tidak lagi dipandang sebelah mata saja bahkan sudah diakui merupakan salah satu pilar utama pendukung kekuatan ekonomi bangsa. Sebab, sektor ekonomi rakyat dianggap mampu bertahan menghadapi badai ekonomi yang silih berganti kerap melanda ekonomi global.

Kendati demikian, untuk menunjang peningkatan kualitas UMKM. diperlukan suatu program pengembangan serta inovasi untuk terus memajukan para pelaku UMKM, yang bertujuan pada kemandirian dan profesionalisme.


Sebagai bentuk komitmen serta kontribusi untuk memajukan dunia UMKM di Tanah Air, PT HM Sampoerna Tbk, melalui paung program Sampoerna untuk Indonesia kembali mengadakan PPK Sampoerna Expo 2011 dengan mengusung tema "Wirausaha Tanpa Batas" di lokasi Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK) Sampoerna, Desa Gunting, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Kegiatan ini diadakan mulai 22 Juli hingga 24 Juli 2011.

Direktur PT HM Sampoerna Tbk Yos Adiguna Ginting menuturkan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk komitmen PT HM Sampoerna Tbk dalam memberikan kontribusi positif, khususnya dalam bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui penciptaan w irausahawan-wira-usahawan lokal.

Menurut Yos Adiguna, pemberdayaan ekonomi melalui sektor UMKM, juga berkontribusi meningkatkan pendapatan daerah serta mampupemerintah mengurangi pengangguran, karena terciptanya lapangan kerja. "Sesuai dengan temanya, Wirausaha Tanpa Batas, UMKM bisa menjadi motor penggerak ekonomi rakyat. Apalagi, melihat sejarah PT Sampoerna yang awalnya juga mulai dari kecil. Kini sudah mampu memperkerjakan lebih dari 90 ribu pekerja. Semuanya, bisa menjadi hesar bila kita terus berupaya melakukan perubahan. Sebagai kontribusi kami, makanya kami membuka PPK Sampoerna untuk mendorong kemajuan sektor UMKM," ujar Yos saat membuka Sampoerna Expo 2011, Jumat (22/7).

Lebih lanjut, Yos menuturkan, ajang ini juga ditujukan menjadi media sosialisasi dan promosi produk-produk UMKM unggulan dari wilayah Pasuruan dan sekitarnya. "PPK ini tak hanya mengadakan pelatihan saja. Tapi, kami juga mengajarkan bagai-mana cara memasarkan produk, serta mengelola keuangan secara profesional," ujar Yos.

Wakil Gubernur Jawa Timur m .ulullah Yusuf menyatakan sangat bangga dengan PT Sampoerna rang berkomitmen untuk terus mengembangkan dan mendorong kemajuan UMKM di Tanah Air, khususnya di Jawa Timur. "Saya mengapresiasi kontribusi dari PT Sampoerna Tbk. Terlebih, sektor UMKM memiliki peran penting. Sebab, 52 persen pendapatan daerah di jawa Timur berasal dari sik tor UMKM. Sehingga bisa dibilang sektor UMKM sangat \i-tal. Karena bila sektor UMKM mati, maka perekonomian Jawa Timur akan pincang. Untuk itu, saya mendukung dan berterima kasih dengan Program Pusat Pelatihan Kewirausahaan (PPK) yang diadakan PT Sampoerna Tbk," ujar pria yang akrab dengan sapaan Gus Ipul ini.

Sampoerna untuk lndone-sia merupakan rangkaian kegiatan dan program yang dilaksanakan oleh PT HM Sampoerna Tbk sebagai bentuk sumbangsih dan peran serta perusahaan dalam memajukan Bangsa dan masyarakat Indonesia, sekaligus untuk memberikan inspirasi dan motivasi bagi masyarakat agar dapat melakukan yang terbaik bagi dirurya sendiri dan bangsa Indonesia.

Kegiatan dan program Sampoerna untuk Indonesia mencakup berbagai bidang, antara lain pendidikan, kesehatan, pemberdayaan D rakat, media serta pelestarian seni dan budaya, sekaligus juga penyelenggaraan ajang penghargaan karya jurnalistik Anugerah Adiwarta Sampoerna

Sementara Pusat Pengembangan Kewirausahaan (PPK), Sampoerna merupakan pusat pembelajaran dan pelatihan terpadu bagi pengembangan usaha kecil bidang agribisnis dan teknologi kejuruan tepat guna serta menyediakan berbagai fasilitas terpadu seperti ruang-ruang pelatihan, bengkel, serta lahan pertanian dan peternakan.

Fasilitas tersebut memberikan pelatihan praktis dan kecapakan kerja yang dapat mereka gunakan untuk memulai usaha baru atau meningkatkan usaha mereka yang telah berjalan. SETC dibangun diatas lahan seluas 27 hektare (ha) di Sukorejo, Pasuruan.

Disini. Sampoerna menyelenggarakan berbagai program pelatihan kewirausahaan bagi nuiM.tr.ik.ii sekitar pabrik serta para kan .man yang memasuki masa persiapan pensiun.

Wednesday, July 20, 2011

20 UKM Sukabumi Dapat KUR Rp 1,5 M

Sebanyak 20 pelaku usaha di Kabupaten Sukabumi, terdiri dari pelaku Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan pedagang, dapatkan kucuran dana Kredit usaha Rakyat (KUR) sebesai Rp 1,5 miliar. Para penerima itu mendapatkan KUR dengan kisaran variatif, yang diserahkan secara simbolik pada peringatan Hari Koperasi oleh masing masing perwakilan Bank penyalur Bank, seperti Bank Danamon. BNI dan BRI.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sukabumi, Asep lapar, di sela-sela pemberian pinjaman KUR itu menyatakan, penerima dana KUR agar memanfaatkan dana tersebut sebagai modal, dan menyakinkan perbankan agar di percaya kedepannya menjadi nasabah jangan sampai nantinya modal pinjaman itu dipergunakan tanpa hasil, yang bisa mengakibatkan kurangnya kepercayaan perbankan terhadap pelaku usaha" tegas Asep lapar, Rabu (20/7).

Sementara para penerima dana KUR menyatakan, akan memanfatkan dana bantuan itu untuk penambahan modal. Apalagi saat ini menjelang bulan Suci Ramadhan, di mana masyarakat akan membanjiri pasar," Kami sangat berterimakasih terhadap pemerintah karena telah difasilitasi mendapatkan pinjaman KUR" sebut seorang penerima KUR

Di sisi lain, Ketua Dekopinda Kabupaten Sukabumi Ruspandi, kepada Neraca menerangkan, kepercayaan perbankan terhadap pelaku koperasi di Kabupaten Sukabumi sudah mulai tumbuh. Momen ini, kata Ruspandi, akan di manfaatkan menata koperasi yang terus menggeluti usaha agar tetap aktif sebagai pilar ekonomi kerakyatan ?

Tuesday, July 19, 2011

Pedagang Pasar Peroleh Kredit Super Cepat

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) bekerja sama dengan Asosiasi Peda-gangPa sar Indonesia (Asparin-do) akan memberikan fasihtas kredit khusus super cepal bagi pedagang pasar tradisional. Hanya dalam waktu satu hari, pedagang pasar bisa langsung mencairkan pinjamannya.

Direktur Bisnis UMKM Djarot Kusumayakti mengatakan, pinjaman yang diberikan kepada para pedagang pasar ini hingga mencapai Rp500 juta, sedangkan bunganya sangat terjangkau berkisar 12-14 ". per tahun.


"Khusus untuk pedagang pasar ada kemudahan seperti yang mereka inginkan, bukan hanya suku bunga. Jadi untuk mengatasi bank gelap datang, kita berikan syarat mudah dan kredit langsung cair," ujar Djarot seusai peluncuran BRI Peduli Pasar Rakyat, yang diresmikan Menteri Perdagangan Marie Elka Pangestu dan disaksikan Direktur Utama BRI Sofyan Basir serta Ketua Umum Asparindo Joko Seti-yanto di Jakarta kemarin.

Menurut Djarot, untuk membantu pedagang pasar memperoleh kredit, BRI hingga Juni 2011 lalu telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan 36 pengelola pasar di seluruh Indonesia, dengan jumlah pasar yang telah diakuisisi kurang lebih 400 pasar.

Djarot menuturkan, untuk mengembangkan pasar, akses keuangan mikro harus ditingkatkan. Namun, selama ini akses perbankan yang ada di pasar-pasar rakyat masih terbatas, sehingga masih banyak pedagang di pasar yang meminjam uang kepada para pelepas uang dengan bunga yang sangat tinggi, sehingga memberatkan para pedagang.

"Untuk itu, kami mendirikan Teras BRI yaitu jaringan kerja BRI yang ditempatkan di pasar-pasar rakyat. Sejak diluncurkan pada 8 Maret 2009 di PasarTawangmangu, Bank BRI berkomitmen menjadikan Teras BRI sebagai terobosan baru BRI dalam mengembangkan pasar usaha mikro dan kecil di

Tanah Air," kata Djarot. Sampai dengan 19 Juli 2011, Teras BRI telah mencapai 972 unit. Selama tahun 2011, perseroan akan menambah 700Teras BRI.

Sementara itu, untuk program BRI Peduli Pasar Rakyat, lanjut Djarot, merupakan bentuk kepedulian BRI atas kondisi pasar rakyat yang kini berjumlah 13.450 pasar dengan 12,26 juta pedagang. Menurut Djarot, BRI akan melakukan pembenahan pasar tradisional agar mampu bersaing dengan pasarmodem. "Kamitidakingin ada dikotomi pasar modern dan pasar tradisional," ujarnya.

Ketua Asparindo Joko Se-tiyanto mengatakan, berbagai kalangan sudah saatnya memberikan perhatian kepada keberadaan pasar tradisional karena merupakan tempat yang mempresentasikan perekonomian rakyat. "Ke depan harus terus dikembangkan. Kalau pemerintah tidak memperhatikan tumpuan bagi perekonomian rakyat, nanti akan menyesal," jelas Joko.

Sunday, July 17, 2011

Mandiri Sokong Rp 7,7 M Bagi Technopreneur

Wirausaha berbasis teknologi bakaLbertambah dan bangga. PT Bank Mandiri Tbk (Persero) mengucurkan dana sebesar Rp 7,7 miliar untuk mendukung pengembangan para pengusaha muda, khususnya dalam implementasi teknologi (Technopreneur) di Indonesia.

Kucuran dana ini diberikan lewat program Wirausaha Muda Mandiri tahun ini dengan mengambil konsep Technopreneur. Peluncuran program ini dilakukan pada Selasa (19/7). "Kita arahkan itu nanti dari entrepreneur ke Technopreneur Awards," kata Senior Vice President Corporate Secretary Group Bank Mandiri Sukoriyanto Saputro dalam Media Briefing di Jakarta, Ahad (17/7).


Sejak empat tahun diluncurkan, Wirausaha Mandiri sudah mencetak 6.545 pengusaha. Perinciannya, 488 peserta dari 26 perguruan tinggi, baik negeri dan swasta pada 2007, 1.057 peserta dari 198 perguruan tinggi pada 2008,1.708 peserta dari 200 perguruan tinggi pada 2009, dan 3.294 peserta dari 412 perguruan tinggi pada 2010.

Sukoriyanto menjelaskan, mereka yang ingin bergabung sebagai Wirausaha Muda Mandiri tidak boleh melebihi usia 35 tahun. Mereka juga diminta menampilkan produk atau te-muan usahanya yang erat dengan pengembangan teknologi. Kategori Wirausaha Muda Mandiri konsep Technopreneur yang dilombakan adalah energi terbarukan, pengadaan air bersih, dan teknologi informasi.

Sedangkan, syarat ingin bergabung di Program Wirausaha Muda Mandiri adalah berbisnis pada tahap awal (early stage) sudah menemukan produknya, namun belum memiliki dana untuk memproduksi, harus orisinil, dan belum pernah menerima awards (penghargaan).

Pemenang tiap kategori mendapat penghargaan Rp 50 juta, dan Rp 1,5 miliar untuk mengembangkan teknologinya di kawasan. Kemudian, juara dua Rp 1 miliar. "Jadi, itu ada enam pemenang dan total dananya itu Rp 7,7 miliar," jelasnya.

Sementara itu, hingga kini Bank Mandiri sudah menyalurkan kredit komersial kepada Wirausaha Muda Mandiri mencapai Rp 5,5 miliar.